Selasa, 08 Oktober 2019

Materi dan Pembahasan Sistem Informasi Komputer dan Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan

SISTEM INFORMASI KOMPUTER

Pengertian

Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.

Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

Beberapa hal yang terkait dengan CBIS antara lain sebagai berikut :
•      Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

•      Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

•      Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

•      Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.



•      Berbasis Komputer
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi

 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.
SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.
Tugas utama sistem informasi ini adalah:
• Pengumpulan data
• Manipulasi data
• Penyimpanan data
• Menyediakan dokumen

Peran SIA Dalam CBIS
• SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.
• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Adalah Serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi fakta sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktifitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.








3.      SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (Decision Support System)
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang.
Keputusan terbagi menjadi:
-          Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.
-          Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak terstruktur, tidak ada metode pasti untuk menanganinya karena belum pernah terjadi sebelumnya.



SISTEM PAKAR (ES)
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.

Karakteristik Sistem Pakar
• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman.
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru.
• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur).
• Memecahkan masalah dengan penalaran.
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah.

AUTOMASI KANTOR (OA)
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna OA dibagi menjadi empat kategori yaitu:
• Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.
• Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi.
• Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer & Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
• Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirim surat.


Aplikasi OA :

• Word Processing                               • E-Mail
• Voice Mail                                        • Electronic Calendaring
• Audio Conferencing                           • Video Conferencing
• Computer Conferencing                     • Facsimile

Tujuan OA
• Menghindari Biaya,
    Komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan poegawai yang   diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja,
• Pemecahan Masalah kelompok, memberikan kontribusi untuk komunikasi antar  manajer.
•  Pelengkap,
    OA tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal tradisional seperti tatap muka, percakapan telepon, tulisan memo, dan sejenisnya, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi.

UNSUR-UNSUR SIM BERBASIS KOMPUTER
Secara garis besar SIM berbasis komputer mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

1. Manusia
Setiap SIM yang berbasis komputer harus memperhatikan unsure manusia supaya Sistem yang diciptakan bermanfaat. Hendaknya diingat bahwa manusia merupakan penentu keberhasilan suatu SIM dan hanya manusia yang akan memanfaatkan informasi yang dihasilkan oleh SIM. Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer
Jadi dapat dikatakan manusia adalah para staff komputer professional dan para pemakai (komputer used).

2. Perangkat keras (hardware)
Istilah perangkat keras menunjuk kepada perkakas mesin. Perangkat keras tersebut terdiri dari Central Processing Unit (CPU), perkakas pendukung (output devices), perkakas penyimpan (memori), dan perkakas komunikasi.

3. Perangkat lunak (software)
Istilah perangkat lunak merujuk kepada program-program komputer beserta petunjuk-petunjuk (manual) pendukungnya. Program komputer adalah instruksi-instruksi yang dibaca oleh mesin yang memerintahkan bagian-bagian dari perangkat keras SIM berbasis komputer untuk berfungsi sedemikian rupa sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat dari data yang tersedia.


4. Data
Data dalah fakta-fakta yang akan dibuat menjadi informasi yang bermanfaat. Data tersebut yang akan dipilah, dimodifikasi, atau diperbaharui oleh program-program supaya menjadi informasi.
5. Prosedur
Prosedur adalah peraturan-peraturan yang menentukan operasi Sistem komputer. Misalnya setiap akses operator komputer kepada pengelola induk harus dilaporkan waktu dan otoritasnya

PELAKSANAAN SIM BERBASIS KOMPUTER
Secara teknis  pelaksanaan SIM Berbasis Komputer meliputi empat tahapan yaitu:
Input.
            Perkakas input berfungsi menyediakan data mentah ke komputer sistem.
2.   Pengolahan.
            Data yang telah diinput kemudian diolah tau diproses oleh CPU sesuai  dengan   instruksi-instruksi yang diberikan oleh perangkat lunaknya.
3.    Penyimpanan.
Pada saat komputer menjalankan fungsinya, ia mengalirkan dan menyimpan data dalam ruang elektronik yang disebut memori.
Output.
            Setelah informasi diperoleh, informasi tersebut diberikan kepada perangkat output.

Kontribusi CBIS
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan.
Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
-          penghematan waktu (time saving)
-          penghematan biaya (cost saving)
-          peningkatan efektivitas (effectiveness)
-          pengembangan teknologi (technology development)
-          pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.
PENGEMBANGAN CBIS
Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh, matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life cycle – SLC).
Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari :
•      Tahap Perencanaan,
•      Tahap Analisis,
•      Tahap Rancangan,
•      Tahap Penerapan,
•      Tahap Penggunaan

Daftar pustaka http://materikuliahmanajement.blogspot.com/2013/12/sistem-informasi-berbasis-komputer.html?m=1

SISTEM INFORMASI LABORATORIUM KESEHATAN
A Pengertian Sistem Informasi
         Sistem informasi adalah sekumpulan cara yang ditentukan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan menguntungkan. Kriteria dari sistem inforrmasi antara lain fleksibel, efektif dan efisien. Adapun tujuan dari suatu sistem informasi adalah menciptakan suatu wadah komunikasi yang efisien dalam bidang bisnis. Sistem informasi berbasis internet merupakan sistem informasi yang memanfaatkan secara maksimal kegunaan dari komputer dan juga jaringan komputer. Selain itu, sistem informasi berbasis internet merupakan suatu sistem dimana interaksi manusia dan komputer menjadi peranan yang sangat penting (Wibowo A, 2009).
B. Sistem Informasi Laboratorium
        Sistem adalah sekumpulan elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau yang akan datang.
         Data adalah catatan atau kumpulan fakta yang belum berarti bagi penerimanya. Jadi, Sistem Informasi Laboratorium (SIL) adalah suatu perangkat lunak yang menangani penerimaan, pemrosesan dan penyimpanan informasi yang dihasilkan oleh proses laboratorium medis.
         
Tujuan utama dari SIL adalah mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dengan serapi mungkin, mudah dibaca dan tepat waktu. Penyajian data laboratorium yang lebih rapih dan tepat waktu selain dapat juga dimanfaatkan diluar penggunaan tradisional, seperti untuk mempengaruhi perubahan pola perintah dokter, memantau perubahan pola kerentanan antibiotic secara lengkap, dan melakukan kajian mini produk serta penentuan biaya.
(LAfuan,IPermadi 2013)
Proses dalam sistem informasi laboratorium kesehatan berupa kegiatan pengelola pelayanan laboratorium meliputi:
1. Pencatatan data pasien, data sampel, data instansi, data jenis dan tarif pemeriksaan, hasil pemeriksaan, data reagen dan pemakaian reagen, data pemeriksa
2. Perhitungan biaya pemeriksaan
3. Perhitungan statistik laboratorium meliputi cakupan pemeriksaan laboratorium, rerata jumlah pemeriksaan per hari
4. Perhitungan jumlah pemakaian reagen pemeriksaan
5. Perhitungan jumlah pendapatan laboratorium per periode waktu serta perhitungan angka pencapaian target pendapatan.
Sistem Informasi Laboratorium terdiri dari :
1. Input (sub input)
a. Form pendaftaran pasien dan sampel dan permohonan pemeriksaan
b. Register pemeriksaan pasien klinis dan non klinis
c. Daftar jenis dan tarif pemeriksaan sesuai daftar retribusi pelayanan laboratorium
d. Register hasil pemeriksaan klinis dan non klinis
2. Proses (sub proses)
a. Pencatatan data pasien, data sampel, data instansi, data jenis dan tarif pemeriksaan, hasil pemeriksaan, data reagen dan pemakaian reagen, data pemeriksa
b. Perhitungan biaya pemeriksaan
c. Perhitungan statistik laboratorium meliputi cakupan pemeriksaan laboratorium, rata- rata jumlah pemeriksaan per hari
d. Perhitungan jumlah pemakaian reagen pemeriksaan
e. Perhitungan jumlah pendapatan laboratorium per periode waktu serta perhitungan angka pencapaian target pendapatan.
3. Output (sub output)
              Ouput yaitu laporan mengenai informasi biaya tidak tersedia dengan cepat, laporan hasil pemeriksaan klinis masih ditulis dengan tulis tangan pada format yang telah disediakan, rekapitulasi hasil dan riwayat pemeriksaan laboratorium belum tersedia, laporan keuangan dan laporan statistik laboratorium belum lengkap, laporan tentang daftar pelanggan eksternal belum tersedia.
a. Informasi mengenai biaya pemeriksaan
b. Laporan hasil pemeriksaan laboratorium klinis dan non klinis
c. Rekapitulasi hasil dan riwayat pemeriksaan laboratorium
d. Laporan statistik hasil pemeriksaan
e. Laporan keuangan
f. Laporan pemakaian reagen
g. Laporan pengguna layanan (pasien).
               Alasan Mengapa Alat-alat Laboratorium Harus Diintegrasikan dengan Sistem Informasi Laboratorium, Alat-alat laboratorium harus diintegrasikan dengan Sistem Informasi Laboratorium karena:
a. Bila pemeriksaan dalamjumlah besar tidak dibantu sisteminformasi maka akan terjadi keterlambatan.
b. Pada pemeriksaan jumlah besar, adanya kesalahan akan dapat dikurangi dengan penggunaan sisteminformasi laboratorium.
c. Pada pemeriksaan yang sedikit akan dapat diatur agar terjadi efisiensi.
d. Sistem informasi akan memperoleh dan mempermudah arus informasi yang diperlukan.
Contoh Aplikasi Sistem Informasi Laboratorium di rumah sakit:
SOFTWARE CMSM (Complete Medical Software Management) Merupakan perangkat lunak komputer yang melingkupi beberapa bidang seperti registrasi, rekam medis, laboratorium, personalia, apotik dan akuntansi secara terintegrasi dan realtime. Dengan berbagai modul pendukung didalamnya dapat meningkatkan kinerja rumah sakit menjadi optimal dan dapat memberikan informasi secara akurat.(MYRrikah2014)
C.Struktur Organisasi
Struktur organisasi tersebut terdiri dari :
1. Kepala laboratorium mempunyai tugas mempimpin pelaksanaan tugas pokok .
2. Kepala jabatan fungsional, Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas yang bersifat teknis sesuai dengan kebutuhan dan keahlian
3. Sub bagian tata usaha, Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan sebagian tugas Kepala Labkeskab dalam memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas -- tugas di bidang pelayanan kesekretariatan yang meliputi pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, surat menyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Sub Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a. Penyiapan bahanbahan penyusunan program pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan,       hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
b. Pengumpulan bahanbahan koordinasi di bidang pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
c. Pengolahan / analisa bahanbahan penyusunan evaluasi dan pelaporan guna pemberian saran/masukan pertimbangan kepada pimpinan dalam pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
d. Pengurusan dokumen/bahanbahan koordinasi dibidang pembinaan dan pengawasan, penyelenggaraan urusan keuangan, kepegawaian, kehumasan, hukum, suratmenyurat, kearsipan, organisasi dan tata laksana rumah tangga,perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan.
4. Unit Kimia Kesehatan, Unit Kimia Kesehatan mempunyai tugas melakukan pengambilan, pemeriksaan, analisa sampel kimia lingkungan dan toksikologi.
5. Unit Mikrobiologi, Unit Mikrobiologi mempunyai tugas melakukan pengambilan, pemeriksaan, analisa sampel mikrobiologi.
6. Unit Imunologi dan Pathologi mempunyai tugas melakukan pengambilan, pemeriksaan, analisa sampel imunologi dan pathologi.

D.Manfaat Sistem Informasi Laboratorium
1. Terintegrasi dengan Alat2 Laboratorium
2. Tidak ada inputan hasil manual jika alat yang digunakan sudah mendukung interfacing dengan SIL
3. Pencetakan Label Barcode sesuai dengan pemeriksaan per pasien
4. Memudahkan pendataan dan pencatatan pemeriksaan Laboratorium dengan System Database Terpusat
5. Mengatasi masalah Redudansi Data ( Kerangkapan Data )
6. Keamanan Data lebih terjaga
7. Mempercepat proses pencetakan hasil pemeriksaan Laboratorium
8. Program dapat dijalankan secara Multi User
9. Produktivitas kerja lebih efektif dan efisien
10. Penyajian informasi yang Real Time
11. Pelayanan Pasien yang lebih professional dan lebih cepat sehingga membuat Pasien/Customer menjadi lebih puas.
12. Mempermudah bagian management dalam mengambil keputusan
13. Strategi pemasaran lebih terarah
14. Laporan dapat disesuaikan dengan keinginan User.

E.Keuntungan dan Kelemahan Sistem Informasi Laboratorium
Beberapa keuntungan Sistem Informasi Laboratorium adalah:
1. Keuntungan system informasi laboratorium
a. Berkurangnya kesalahan dalam hasil-hasil pelaporan dengan adanya penyajian data yang lebih baik
b. Meningkatkan produktivitas, dengan berkurangnya pengarsipan, pemetaan yang memakan waktu lebih pendek dengan pencarian hasil
c. Berkurangnya biaya kertas, dengan menggunakan kertas komputer sebagai ganti formulir yang mahal
d. Mudah dibaca, karena laporan-laporan dicetak tidak ditulis tangan dan dipersiapkan dengan rapi
e. Pengumpulan data statistik secara cepat karena terkomputerisasi.
2. Beberapa kelemahan Sistem Informasi Laboratorium adalah:
a. Pencatatan data identitas pasien/sampel yang berulang-ulang
b. Proses pencatatan/pengumpulan, pengolahan data dan pembuatan laporan masih dilakukan secara manual memungkinkan terjadinya kesalahan perhitungan
F. Sistem Informasi Laboratorium Berbasis Jaringan Komputer
           Sistem informasi berbasis komputer adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang saling berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).

               Sistem informasi laboratorium kesehatan adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, mengolah, mengambil dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh laboratorium kesehatan tentang kegiatan pelayanannya untuk pengambilan keputusan manajemen. Tujuan utama dari sistem informasi laboratorium kesehatan adalah mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data dengan serapi mungkin, mudah dibaca dan tepat waktu. Penyajian data laboratorium yang lebih rapi dan tepat waktu selain dapat juga dimanfaatkan di luar penggunaan tradisional, seperti untuk mempengaruhi perubahan pola perintah dokter, memantau perubahan pola kerentanan antibiotik secara lengkap, dan melakukan kajian lini produk serta penentuan biaya.

Daftar pustaka https://www.kompasiana.com/navanoviyanti/5a0a7cf75169956ca94483d3/sistem-informasi-laboratorium?page=7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar